Indonesian Indonesian
  • USU Talk Edisi Ramadhan
    USU Talk Edisi Ramadhan
  • Hari Raya Idul Fitri 1441 H
    Hari Raya Idul Fitri 1441 H
  • Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan
    Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan
  • Lokakarya UI GreenMetric 2020
    Lokakarya UI GreenMetric 2020
  • Program USUtalk
    Program USUtalk
  • Tim Biro Sistem Informasi, Perencanaan, dan Pengembangan
    Tim Biro Sistem Informasi, Perencanaan, dan Pengembangan

USU Talk

Agenda

No upcoming event!

Biro Sirenbang USU Tayangkan USUtalk Edisi Ramadan

Biro Informasi, Perencanaan, dan Pengembangan (Sirenbang) Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan USU Media Center menggelar program USUtalk edisi kedua, bertempat di Ruang Senat Akademik Biro Pusat Administrasi USU Lantai 3, Selasa (28/4/2020). Sebelumnya, USUtalk ditayangkan perdana pada 9 Desember 2019 lalu. Tayangan kedua yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini mengambil tema “Covid-19, Lockdown dan Bagaimana Membangun Rumahku Surgaku (Baiti Jannati).” Acara ini dipandu oleh moderator sekaligus inisiator USUtalk Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, M.S.M.E dengan menghadirkan dua pembicara yakni Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A (Guru Besar UINSU) dan Prof. Dr. dr. Delfitri Munir, Sp. THT-KL (K) (Guru Besar USU). Kedua pembicara menyampaikan topik bahasan sesuai tema selaras dengan kapasitas keilmuan dan profesi masing-masing.

Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A dikenal sebagai salah seorang ustad/tokoh agama terkemuka di Indonesia, ahli tasawuf, dan juga telah banyak menulis buku-buku terkait tasawuf. Di antaranya berjudul Hidup Sehat dan Bahagia dalam Perspektif Tasawuf. Pada kesempatan ini beliau memaparkan berbagai hal terkait situasi yang sedang terjadi di tengah masyarakat ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia yang melahirkan berbagai kebijakan baru yang membatasi ruang gerak sosial manusia termasuk pelaksanaan ibadah umat beragama. Menurut Prof. Muzakkir, kita harus mampu membuat suasana di rumah menjadi nyaman sebagai konsekuensi kebijakan Di Rumah Saja atau Stay At Home, guna memutus mata rantai penularan Corona virus. Beliau juga mengutip salah satu hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengatakan, “Kalau kamu sedang mendengar wabah pada suatu negeri, maka janganlah kamu datang dan memasuki negeri itu. Apabila wabah itu terjadi pada suatu negeri dan kamu berada di negeri itu, maka kamu jangan keluar dari negeri tersebut. Karena akan menyebabkan penularan pada yang lain” (HR. Bukhari & Muslim).

Sedangkan Prof. Dr. dr. Delfitri Munir, Sp. THT-KL (K) menyampaikan pandangan dan imbauannya berdasarkan pertimbangan medis terkait penyebaran Corona Virus, tindakan antisipatif yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga, serta sekilas tentang sejarah wabah-wabah penyakit yang pernah melanda dunia. Prof. Delfitri Munir sudah menulis beberapa buku, antara lain berjudul Karsinoma Nasofaring Kanker dan memiliki beberapa HAKI. Prof. Delfitri mengimbau agar seluruh masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. “Protein yang terkandung dalam makanan itu harus tinggi. Konsumsi juga vitamin, lakukan olahraga secara teratur, dan beribadah dengan khusyuk merupakan cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan imunitas. Lakukan hal-hal yang menyenangkan dan kurangi stress. Boleh takut, namun jangan stres. Mari sama-sama kita berupaya dan berdoa, agar wabah Covid-19 ini cepat berakhir,” harap Guru Besar Fakultas Kedokteran USU tersebut.

Membuka acara, Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, M.S.M.E, yang juga merupakan Wakil Rektor IV USU, menyampaikan bahwa World Health Organization telah menyatakan Covid-19 merupakan virus jenis penyakit baru yang penyebarannya diawali di Wuhan, Tiongkok. Sebelumnya virus ini tidak dikenal. Berbagai upaya sudah dilakukan seluruh negara di dunia untuk menghentikan laju penyebarannya. Salah satunya adalah dengan menerapkan kebijakan lockdown, baik di sebuah negara, daerah, maupun di rumah tangga. Dampak dari pelaksanaan lockdown ini adalah meningkatnya stress dalam waktu panjang, kepanikan, serta terganggunya pendapatan ekonomi keluarga.

Kebijakan lockdown antara lain ditandai dengan ditutupnya sementara operasional dan produksi berbagai perusahaan serta pusat-pusat keramaian. Tindakan tersebut berguna dalam mengurangi kerumunan banyak orang yang diklaim sebagai salah satu faktor terbesar dalam penyebaran dan penularan Covid-19 antar manusia. Penutupan perusahaan dan tempat-tempat keramaian serta anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing dengan cara tetap diam di rumah tanpa batas waktu yang jelas ternyata memberikan dampak yang cukup serius. Untuk itu, dibutuhkan upaya baru dalam menjadikan rumah sebagai tempat yang tetap nyaman untuk dihuni selama kebijakan lockdown diterapkan.

Prof. Bustami juga menukil salah satu ayat dalam Al-Qur’an yakni Surah An-Nahl Ayat 80 yang berbunyi : “Wallahu ja'ala lakum mim buyụtikum sakanaw”. Yang arti adalah: “Dan Allah SWT telah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal untuk beristirahat.”

USUtalk yang ditayangkan melalui channel Youtube Sirenbang TV tersebut juga menerima pertanyaan-pertanyaan dari para pemirsa di berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri selama berlangsungnya acara. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dan dibahas dengan lugas oleh kedua pembicara yang dihadirkan.